Ngapain ke Puncak: makan enak main seru bersama Cimory

Pada masanya, buat saya main ke daerah Puncak tuh buat ngopi makan mi rebus atau jagung bakar di pinggir jalan sambil melihat pemandangan, atau ke Taman Safari. Udah. Dan biasanya dilakukan saat akhir pekan bersama teman atau keluarga atau pacar (kalau lagi ada). Nah minggu kemarin, hari Kamis, saya dan beberapa teman blogger ditunjukkan oleh…

Gak Semua Luka Harus Perih

Pernah ngalamin gak, tau-tau ada luka goresan di badan, gak tau gimana dan kenapa? Saya termasuk sering. Gak bingung-bingung amat sih karena saya termasuk orang yang grasa grusu, serba buru-buru. Akibatnya suka kepentok inilah, tergores itulah. Tau-tau perih aja pokoknya, ternyata luka. Sebagai warisan dari kebiasaan orang tua masa kecil, sebenernya di rumah selalu sedia…

Ngapain Ke Citeureup (part 2): Main Sama Kambing di Hambalang

Kenapa ada kambing di Hambalang? Ya ada aja, gak boleh? *lah nyolot* *digetok* Karenaaa, ada Taman Eduwisata Gunung Hambalang. Sebuah taman edukasi yang dikembangkan oleh PT Indocement Tunggal Perkasa Prakarsa Tbk. (“Indocement’) Produsen Semen Tiga Roda dan Semen Rajawali yang berdiri di atas lahan seluas 10,5 hektar, yang merupakan bagian dari CSR Indocement dalam bentuk…

Ngapain Ke Citeureup: (part 1) Kampung Kaleng Surga Belanja Dapur

Kalau mendengar kata oven kaleng, yang di Jakarta kepikirannya apa? Biasanya kepikirannya: Cawang. Terletak di Jakarta Timur, Cawang sejak lama sekali dikenal sebagai daerah tempat berburu alat masak dan panggang. Salah satunya oven. Kini, kalau tidak salah, harga oven yang ada di sana berkisar mulai 1,5 juta (tergantung kapasitas, bahan pembuat oven, dan kebijakan pedagang…

Ngapain ke Serang (part 4): Benteng Speelwijk yang bukan benteng Belanda

Di balik namanya yang “Belanda banget”, Benteng Speelwijk yang merupakan salah satu bagian cagar budaya Banten Lama ini ternyata bukan sepenuhnya dibangun oleh Belanda. Lah trus siapa? Benteng Speelwijk yang mengelilingi Banten Lama ini sejatinya dirancang oleh orang kepercayaan Sultan Ageng Tirtayasa. Seorang keturunan Tionghoa yang kemudian diberi gelar Pangeran Cakradana. Pada masanya, benteng ini…

Ngapain ke Serang (part 3): Keraton Kaibon di Banten Lama

Reruntuhan keraton yang masih terasa dan terlihat kemegahannya ini terletak di wilayah Banten Lama, sekitar 30-45 menit dari pusat Kota Serang. Keraton Kaibon konon dibangun untuk Ratu Aisyah, ibunda dari Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin, karena Sultan Shafiuddin masih berusia sangat muda, sekitar 5 tahun. Keraton Kaibon ini dihancurkan oleh pemerintah belanda pada tahun 1832. Kenapa?…

Ngapain Ke Serang (part 2): Rumah Dunia Gol A Gong dan Tias Tatanka

Rumahku, Rumah Dunia, kubangun dengan kata-kata. Sebaris kalimat yang menyambut di pintu ruang perpustakaan milik sepasang penulis Gol A Gong (generasi Balada Si Roy mana suaranya?) dan istrinya Tias Tatanka. Didirikan dengan semangat menyebarluaskan literasi sekaligus tempat pendidikan seni dan kreatifitas sejak 3 Maret 2002, Rumah Dunia dibangun di lahan seluas 3.000 m2. Bangunannya berupa…