Yang hangat dan cantik di Cirebon

Mendung dan gerimis kecil menyambut rombongan blogger dari Jakarta, di stasiun Kejaksaan Cirebon setelah menempuh 3 jam perjalanan menggunakan kereta api dari Stasiun Gambir Jakarta. Cirebon yang biasanya panas menyengat terasa sedikit bersahabat di bawah cuaca ini. Ngapain kami ke Cirebon? Hari ini kami akan mengunjungi beberapa lokasi CSR dari PT Indocement Tunggal Prakasa, Tbk. (Indocement) di Kabupaten Cirebon setelah sebelumnya kami mengunjungi yang di Citeureup.

Banyu Panas Palimanan

Pemandian air panas Banyu Panas terletak di Kompleks Pabrik Palimanan, Kabupaten Cirebon. Kurang lebih 30-45 menit perjalanan dari Stasiun Kejaksaan Cirebon. Banyu Panas merupakan salah satu tempat wisata di Cirebon yang cukup ramai dikunjungi oleh para wisatawan berbagai kota terutama yang tidak jauh atau masih berbatasan langsung dengan kota Cirebon, seperti Majalengka, Kuningan, Indramayu dan kota-kota lainnya. Banyu Panas sangat diminati, pada tahun 2016 mencapai rekor tertinggi pengunjung sejumlah 9.500an wisatawan. Letaknya yang berada di pegunungan kapur Gunung Kromong, membuat para wisatawan yang mengunjungi tempat wisata tersebut akan disuguhi pemandangan alam pepohonan yang hijau, juga akan disuguhi warna keabu-abuan dari batuan kapur.

Banyu Panas ini merupakan kontribusi Indocement melalui program CSR mereka, yang diresmikan pada bulan Oktober 2010. Sarana dan Pra Sarana yang bisa dinikmati di lokasi ini adalah:

Kolam pemandian air panas bersuhu 38-40 derajat celcius

MCK dan kamar mandi/bilas

Juga mushalla dan saung.

Banyu Panas Palimanan merupakan air panas yang langsung dialirkan dari mata sumber pegunungan Kromong. Selain kolam pemandian air panas tempat ini juga dilengkapi dengan wahana bermain untuk anak-anak anda. Jadi bisa mengakomodir orang dewasa maupun kanak-kanak.

Harga masuk ke lokasi ini sebesar Rp 10.000/orang, dan bila hendak menikmati kolam pemandian dikenakan tambahan Rp 10.000/orang. Mengingat cuaca Cirebon yang biasanya cukup nyosss panasnya, saya rasa waktu paling baik untuk berkunjung ke sini adalah pagi hari atau sore hari, supaya gak eungap.

Pada tahun 2016, Banyu Panas menyumbangkan pendapatan asli daerah sebesar hingga Rp. 89 juta. Luar biasa ya. Semoga bisa lebih banyak lagi di tahun-tahun berikutnya.

P4M

Selain Banyu Panas, kami juga mampir ke beberapa tempat di Pusat Penelitian, Pelatihan, dan Pemberdayaan Masyarakat (P4M) di antaranya green house, kolam ikan, peternakan sapi, dan kumbung jamur.

P4M ini bertujuan menjadi tepat penelitan dan wirausaha agribisnis sekaligus tempat belajar dan berlatih bagi masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan berlandaskan potensi SDA yang terdapat di sekitar mereka.

Saya sempat mencicipi (2 botol masih dihitung icip kan yaaaa) sirup Rosela yang asam manis segar, keripik singkong dan keripik pisang yang gurih. Teman-teman blogger bahkan memborong berbungkus-bungkus keripik pisang dan keripik singkong tersebut untuk oleh-oleh.

Kampung Batik Tulis Ciwaringin

Perjalanan kami berlanjut ke Kampung Batik Tulis Ciwaringin, yang juga merupakan program CSR PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk. Indocement menurunkan bantuan permodalan pada tahun 2005 – 2015. Pelatihan pewarna alamiah untu proses membatik dimulai pada tahu 2009. Batik Ciwaringin memiliki motif khas bernama PECUTAN. Motif ini sudah terdaftar menjadi hak paten pada tahun 2016, jadi yang berhak memakai motif ini secara bebas hanyalah para pengrajin batik yang berasal dari Kampung Batik Tulis Ciwaringin.


Konon, Kampung Batik Tulis Ciwaringin ini bermula dari Desa Babakan Pesantren di Kecamatan Ciwaringin. Selain belajar mengaji, para santri di pesantren Ciwaringin juga belajar membatik yang konon diajarkan oleh istri dari K.H. Mohammad Amin. Semakin lama santri yang belajar di Desa Babakan pun semakin banyak. Sebagian dari mereka adalah santri kalong, sebutan untuk mereka yang mengaji di Desa Babakan pada siang hari saja lalu kembali lagi ke desanya. Para santri kalong ini juga berkontribusi mengembangkan produksi batik di Ciwaringin.

Sayangnya, Batik Ciwaringin sempat mati suri. Popularitasnya kalah jauh jika dibandingkan dengan Kampung Batik Trusmi di Cirebon. Padahal, batik produksi Ciwaringin juga dipasarkan di Trusmi. Baru setelah adanya pengakuan bahwa batik adalah warisan dunia non benda dari UNESCO pada tahun 2009, kejayaan Batik Tulis Ciwaringin kembali dibangun. 

Berlokasi sekitar 30 km dari kota Cirebon, Kampung Batik Tulis Ciwaringin ini mudah dikunjungi. Dibandingkan batik Trusmi, batik Ciwaringin memiliki keistimewaan berupa pembuatannya yang merupakan batik tulis, motifnya yang tidak umum serta warna batik yang lembut karena dihasilkan dari pewarna alami. Sekilas orang awam mungkin akan menilai batik Ciwaringin pudar atau usang namun justru demikianlah ciri khas Batik Ciwaringin.

Pewarnaan batik Ciwaringin dihasilkan dari beragam tanaman yang diolah terlebih dulu, di antaranya batang mangga, indigo, kulit rambutan, serta kulit jengkol. Batang pohon mangga atau kulit rambutan direbus minimal selama 7 jam sampai warna kulit alaminya timbul, disaring, lalu dimasukkan ke wadah yang akan digunakan untuk mewarnai batik.

Meski batik Ciwaringin sudah dikenal, namun pembeli masih sangat terbatas. Mereka kebanyakan berasal dari luar negeri atau konsumen lokal kelas atas. Hal ini kemungkinan disebabkan karena harga batik Ciwaringin relatif mahal, karena proses pembuatannya yang lama dan tidak mudah.

Ketiga program CSR yang kami kunjungi tersebut merupakan kontribusi dari PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya. 

Sekitar pukul 6 sore kami kembali ke stasiun Kejaksaan Cirebon, menunggu kereta yang akan membawa kami kembali ke Jakarta. Sebuah perjalanan menyenangkan bersama kawan-kawan yang menyenangkan. Semoga bisa berkesempatan berjunjung ke program CSR PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk di lokasi-lokasi lainnya 🙂

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. ainun says:

    hangat hangat sumuk penuh pembelajaran

    Like

  2. Terry Endropoetro says:

    Itu airnya panas mbaaaaaak! Sikilku jadi abang hahaha

    Like

  3. Sally Fauzi says:

    Batiknya cantik2 ya teh Nit,… Mesti nabung, satu saat balik lagi ke sana…borong

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s