Menikmati warna warni seru di dunia baru bersama NESCAFÉ MASHUP WORLD

Warna-warna ceria menyambut saya ketika memasuki NESCAFÉ Mashup World di lapangan parkir gedung Sarinah. Wah super instagramable nih, pikir saya. Hari gini memang hal pertama yang dicari para pengguna social media adalah: tempat yang instagramable. Bisa foto-foto buat diposting di Instagram. Mashup World ini terbentuk dengan kerjasama NESCAFÉ Indonesia bersama berbagai anak muda berbakat dari…

kumparan Komit-Up #kembalikeAncol: ayo tulis kisah perjalananmu

Siapa yang pernah ke Kepulauan Seribu? Saya dong, belum pernah. Untung kemarin pas kumparan.com mengadakan acara kumparan Komit-Up #kembalikeAncol, saya pas lihat pengumumannya dan langsung mendaftar. Ternyata masuk ke dalam daftar peserta. Salah satu lokasi tujuan utama adalah Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu. Berjarak sekitar setengah jam menggunakan speedboat dari dermaga Marina Ancol, perjalanan kami ditemani…

semua demi konten

Kemarin saya iseng cari-cari video di YouTube yang dibuat oleh para pengguna kereta api, buat liat interior kereta api Menoreh. Video-video ini sangat membantu kalau saya mau naik rangkaian ekonomi. Kalau kursinya berhadapan dan saya bepergian berdua, maka saya akan ambil nomer kursi ganjil genap supaya bisa berhadapan dan tukeran ngelonjorin kaki. Kalau berhadapan sama…

sarapan istimewa di hari selasa

Sesungguhnya pagi ini saya awali dengan perasaan yang tidak menyenangkan. Marah, gelisah, sedih, bingung, campur aduk jadi satu. Kemudian terdengar suara “ting-ting-ting” khas tukang bubur ayam langganan yang lewat depan rumah setiap pagi dan sore. Saya pikir, “ah sarapan lah. Mungkin semua kegalauan ini efek belum makan”. Maka belilah saya setengah porsi bubur, ekstra kerupuk,…

Ngapain ke Cilegon: ada Prokarling dan Sanggar Wuni Kreasi

Berangkat dari Jakarta menempuh perjalanan sekitar 2 jam menuju Cilegon, kami tiba di salah satu kampung unik binaan mitra PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement”) produsen Semen Tiga Roda dan Semen Rajawali di RW 01 Kelurahan Randakari. RW ini merupakan salah satu binaan CSR Indocement, yang disebut Prokarling (Program Kampung Ramah Lingkungan). Pada tahun 1970an…

Ngapain ke Puncak: makan enak main seru bersama Cimory

Pada masanya, buat saya main ke daerah Puncak tuh buat ngopi makan mi rebus atau jagung bakar di pinggir jalan sambil melihat pemandangan, atau ke Taman Safari. Udah. Dan biasanya dilakukan saat akhir pekan bersama teman atau keluarga atau pacar (kalau lagi ada). Nah minggu kemarin, hari Kamis, saya dan beberapa teman blogger ditunjukkan oleh…

Gak Semua Luka Harus Perih

Pernah ngalamin gak, tau-tau ada luka goresan di badan, gak tau gimana dan kenapa? Saya termasuk sering. Gak bingung-bingung amat sih karena saya termasuk orang yang grasa grusu, serba buru-buru. Akibatnya suka kepentok inilah, tergores itulah. Tau-tau perih aja pokoknya, ternyata luka. Sebagai warisan dari kebiasaan orang tua masa kecil, sebenernya di rumah selalu sedia…

Ngapain Ke Citeureup (part 2): Main Sama Kambing di Hambalang

Kenapa ada kambing di Hambalang? Ya ada aja, gak boleh? *lah nyolot* *digetok* Karenaaa, ada Taman Eduwisata Gunung Hambalang. Sebuah taman edukasi yang dikembangkan oleh PT Indocement Tunggal Perkasa Prakarsa Tbk. (“Indocement’) Produsen Semen Tiga Roda dan Semen Rajawali yang berdiri di atas lahan seluas 10,5 hektar, yang merupakan bagian dari CSR Indocement dalam bentuk…

Ngapain Ke Citeureup: (part 1) Kampung Kaleng Surga Belanja Dapur

Kalau mendengar kata oven kaleng, yang di Jakarta kepikirannya apa? Biasanya kepikirannya: Cawang. Terletak di Jakarta Timur, Cawang sejak lama sekali dikenal sebagai daerah tempat berburu alat masak dan panggang. Salah satunya oven. Kini, kalau tidak salah, harga oven yang ada di sana berkisar mulai 1,5 juta (tergantung kapasitas, bahan pembuat oven, dan kebijakan pedagang…

Ngapain ke Serang (part 4): Benteng Speelwijk yang bukan benteng Belanda

Di balik namanya yang “Belanda banget”, Benteng Speelwijk yang merupakan salah satu bagian cagar budaya Banten Lama ini ternyata bukan sepenuhnya dibangun oleh Belanda. Lah trus siapa? Benteng Speelwijk yang mengelilingi Banten Lama ini sejatinya dirancang oleh orang kepercayaan Sultan Ageng Tirtayasa. Seorang keturunan Tionghoa yang kemudian diberi gelar Pangeran Cakradana. Pada masanya, benteng ini…